Nasional

Prabowo: Indonesia Tak Berpihak pada Blok Mana Pun, Politik Bebas Aktif Tetap Jadi Pedoman

  • Admin
  • Minggu, 15 Maret 2026
  • menit membaca
  • 11x baca
Prabowo: Indonesia Tak Berpihak pada Blok Mana Pun, Politik Bebas Aktif Tetap Jadi Pedoman

 

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peresmian 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang digelar secara hybrid dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026.

Menurut Prabowo, Indonesia tidak ingin terseret ke dalam persaingan antarkekuatan global. Pemerintah memilih mempertahankan posisi yang tidak memihak sekaligus tetap menjalin hubungan dengan berbagai negara.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dengan blok kekuatan tertentu. Sikap tersebut menjadi bagian dari prinsip politik luar negeri yang selama ini dianut Indonesia.

“Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pilihan tersebut bukan berarti Indonesia menutup diri dari negara lain. Sebaliknya, Indonesia tetap menghormati berbagai kekuatan dan negara di dunia.

“Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” ujarnya.

Konflik Global Jadi Perhatian

Presiden juga menyoroti situasi keamanan internasional yang dinilai semakin kompleks. Berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan menunjukkan bahwa perubahan geopolitik dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk bagi negara yang secara geografis berada jauh dari wilayah konflik.

Prabowo menyebut konflik di Eropa serta ketegangan di kawasan Timur Tengah sebagai gambaran mengenai kondisi dunia yang sedang menghadapi ketidakpastian.

“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah,” kata Prabowo.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan semakin terhubungnya negara-negara di dunia membuat jarak geografis tidak lagi menjadi batas yang sepenuhnya melindungi suatu negara dari dampak konflik internasional.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu tetap berhati-hati dalam menentukan sikap diplomatik dan menjaga kepentingan nasional di tengah perubahan peta kekuatan global.

Keberagaman Jadi Kekuatan Indonesia

Prabowo juga mengaitkan politik luar negeri Indonesia dengan karakter bangsa yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan kelompok etnis.

Menurut Presiden, kemampuan masyarakat Indonesia hidup berdampingan dalam keberagaman menjadi salah satu modal penting dalam membangun hubungan dengan negara lain.

Indonesia, kata dia, harus terus menjaga sikap saling menghormati sebagaimana prinsip yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan berbangsa.

“Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis,” ujar Prabowo.

Presiden menilai kehidupan masyarakat Indonesia yang tetap dapat berjalan damai di tengah keberagaman menjadi cerminan bahwa persatuan merupakan kekuatan penting bagi bangsa.

Dengan mempertahankan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia berupaya menjaga ruang diplomasi sekaligus tetap dapat bekerja sama dengan berbagai negara tanpa harus terikat pada kepentingan satu blok tertentu.

Sikap tersebut menjadi penting ketika dinamika global terus berubah dan konflik di berbagai kawasan berpotensi memengaruhi stabilitas politik serta keamanan internasional. (andif)

Sumber: BPMI Setpres/Kantor Staf Presiden

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar