Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Makin Meluas, Jakarta hingga Jawa Barat Terdampak—Penerbangan Ikut Terganggu

  • Admin
  • Minggu, 06 September 2026
  • menit membaca
  • 39x baca
Abu Vulkanik Anak Krakatau Makin Meluas, Jakarta hingga Jawa Barat Terdampak—Penerbangan Ikut Terganggu

JAKARTA — Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terus menjadi perhatian pada Minggu (6/9/2026). Sebaran abu terdeteksi meluas dari kawasan Selat Sunda hingga sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, bahkan terpantau mencapai wilayah lain di Pulau Jawa dan Sumatra.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap perkembangan erupsi Anak Krakatau, termasuk dampaknya terhadap atmosfer dan keselamatan penerbangan.

Dalam analisis citra satelit pada Minggu pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik. Sebaran tersebut melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara setelah adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari Anak Krakatau. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan

Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian serius bagi dunia penerbangan karena partikel abu dapat terbawa angin hingga jauh dari sumber erupsi dan membahayakan operasi pesawat.

Reuters melaporkan erupsi Anak Krakatau telah berdampak terhadap ratusan penerbangan dan menyebabkan sejumlah bandara menghentikan sementara operasionalnya. Abu dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 50.000 kaki di atas sebagian wilayah Sumatra dan sekitar 20.000 kaki di atas Jawa.

AirNav Indonesia juga memperketat pemantauan ruang udara Jakarta dan sekitarnya untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah penyebaran abu vulkanik tersebut.

Dampak serupa terjadi di sejumlah daerah lain. Di Lampung, misalnya, beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II mengalami pembatalan maupun penundaan akibat abu vulkanik yang masuk ke jalur penerbangan.

Masyarakat Diminta Waspada

Sebaran abu juga mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. BPBD Kota Tangerang menyebut sebagian besar wilayah Kota Tangerang terdampak debu vulkanik Anak Krakatau, termasuk kawasan yang berbatasan dengan Jakarta.

Data pemantauan yang dikutip Bisnis.com menunjukkan sebaran abu bahkan telah terdeteksi hingga Pekalongan, Jawa Tengah. Di sisi lain, laporan mengenai sebaran abu ke arah barat juga mencakup wilayah Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Barat.

Masyarakat di wilayah yang terdampak disarankan tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Jika abu vulkanik turun, warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker atau pelindung pernapasan serta pelindung mata untuk mengurangi paparan.

Pemerintah dan lembaga terkait hingga kini masih memantau perkembangan erupsi Anak Krakatau serta arah pergerakan abu vulkanik. Masyarakat, khususnya pengguna jasa penerbangan, juga diminta memperhatikan informasi resmi terbaru dari otoritas sebelum melakukan perjalanan.

Radar Garuda akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau dan dampaknya terhadap wilayah yang terdampak. (andif)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar