JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji berbagai pilihan teknologi dan material yang paling efektif untuk mendukung operasi modifikasi cuaca, terutama dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (7/9)
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari solusi berbasis sains untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan mengendalikan karhutla. BRIN diminta melakukan kajian secara ilmiah agar material yang digunakan dapat diketahui efektivitas serta penerapannya di lapangan. �
Kepala BRIN Arif Satria menyebut lembaganya telah memiliki teknologi modifikasi cuaca dengan material natrium klorida (NaCl) berukuran sekitar 25 mikron. Material tersebut digunakan dalam teknologi penyemaian awan untuk membantu menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan. �
BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional
Selain mengembangkan teknologi modifikasi cuaca, BRIN juga terus mengkaji teknologi lain untuk mendukung penanganan karhutla. Salah satunya adalah penelitian pemanfaatan bahan berbasis singkong sebagai material pemadam api. BRIN menegaskan bahwa efektivitas, keamanan, formulasi, dan dampak lingkungan dari teknologi tersebut tetap harus diuji sebelum diterapkan secara luas. (BLL)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar