Olahraga

Boccia Indonesia Raih Tiga Emas di Kejuaraan Dunia 2026

  • Arfi
  • Selasa, 08 September 2026
  • menit membaca
  • 17x baca
Boccia Indonesia Raih Tiga Emas di Kejuaraan Dunia 2026

SOLO, (08/09/26). Debut Indonesia di panggung World Boccia Championship 2026 berakhir dengan hasil membanggakan. Bertanding di Seoul, Korea Selatan, tim boccia Merah Putih sukses mengoleksi tiga medali emas dan satu perak sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara dengan perolehan emas terbanyak dalam ajang tersebut.

World Boccia Championship 2026 digelar pada 24 Agustus hingga 4 September. Capaian Indonesia menjadi kejutan tersendiri karena ini merupakan penampilan perdana tim nasional boccia di kejuaraan dunia.

Tiga medali emas Indonesia masing-masing diraih Handayani pada nomor BC1 putri, Muhammad Afrizal Syafa di BC1 putra, serta nomor mixed BC1/BC2 melalui kerja sama Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana. Sementara satu medali perak disumbangkan Felix Ardi Yudha dari nomor BC2 putra.

Hasil tersebut sekaligus membawa Indonesia melewati sejumlah negara kuat dalam perolehan emas. Thailand mengamankan dua emas dan dua perak, sedangkan Hong Kong meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menilai pencapaian tersebut merupakan buah dari persiapan yang telah dilakukan tim. Ia menyebut hasil yang diraih para atlet masih berada dalam jalur target yang sebelumnya telah ditetapkan.

Menurut Islah, tim pelatih telah memetakan peluang di setiap kelas sekaligus mengantisipasi kekuatan lawan. Konsistensi dan kemampuan atlet menjaga kepercayaan diri menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Indonesia melewati persaingan di Seoul.

Kesuksesan di kejuaraan dunia juga memberikan keuntungan penting bagi perjuangan Indonesia menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Poin yang dikumpulkan dari ajang tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan atlet dalam memperbaiki posisi pada pemeringkatan dunia.

Nomor BC1 putri menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus. Handayani diharapkan mampu mempertahankan tren positif dan terus mengumpulkan poin agar peluang Indonesia untuk mengirimkan wakil pada Paralimpiade mendatang semakin terbuka.

Sebelumnya, Indonesia belum memiliki wakil dari nomor BC1 putri pada Paralimpiade Paris 2024. Perjalanan Handayani sepanjang tahun ini menunjukkan perkembangan positif setelah mampu meraih podium dalam sejumlah ajang World Cup hingga kemudian kembali mencatat prestasi di Seoul.

Namun, keberhasilan tersebut tidak membuat tim Indonesia memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Setelah menyelesaikan World Boccia Championship, para atlet langsung bersiap menghadapi agenda berikutnya, yakni Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober.

Waktu sekitar satu bulan akan dimanfaatkan tim untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kemampuan atlet. Thailand, Hong Kong, dan tuan rumah Jepang diperkirakan menjadi pesaing yang harus diwaspadai dalam persaingan di Nagoya.

Handayani memilih menjadikan keberhasilan di Seoul sebagai bahan evaluasi. Ia menargetkan penampilan yang lebih baik pada Asian Para Games dengan membenahi sejumlah aspek teknis, terutama kemampuan memainkan bola pertama dan bola jarak jauh.

Di sisi lain, Felix Ardi Yudha juga membawa pengalaman berharga dari kejuaraan dunia. Selain meraih perak di nomor individu, Felix turut menjadi bagian dari tim yang merebut emas pada nomor mixed BC1/BC2.

Menurut Felix, atmosfer pertandingan di Seoul memberikan pengalaman berbeda karena level persaingannya sangat tinggi. Ia menyebut aspek mental, kecepatan mengambil keputusan, dan ketepatan eksekusi masih menjadi bagian yang perlu terus ditingkatkan.

Dengan modal tiga emas dan satu perak, boccia Indonesia kini memiliki pijakan kuat untuk menghadapi Asian Para Games Nagoya. Prestasi di Seoul juga mempertegas ambisi tim Merah Putih untuk menjaga tren positif sekaligus membuka jalan menuju panggung Paralimpiade Los Angeles 2028. (arfi)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar