Jakarta,Radar Garuda(09/10)-Kualitas udara di Singapura memburuk hingga menduduki posisi puncak terburuk di dunia.
Hal tersebut disebabkan oleh krisis kabut asap lintas batas akibat maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera, terutama Sumatera Tengah dan Selatan, serta Kalimantan.
Berdasarkan data IQAir dan Pollutant Standards Index (PSI), kualitas udara di Singapura berada dalam rentang "sangat tidak sehat" hingga "tidak sehat", di mana angka PSI 24 jam sempat menyentuh puncak 160 di wilayah barat Singapura.
Kabut asap ini terjadi menjelang perhelatan balap internasional Formula 1 (F1) Singapore Grand Prix 2026 pada 9-11 Oktober di Marina Bay Street Circuit.
Penyelenggara (Singapore GP) masih terus memantau situasi bersama lembaga terkait, meski saat ini event dijadwalkan tetap berjalan.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar