Nasional

10 Hari Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Nihil, Operasi SAR Resmi Dihentikan

  • Bella
  • Jumat, 18 September 2026
  • menit membaca
  • 42x baca
10 Hari Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Nihil, Operasi SAR Resmi Dihentikan

 PANDEGLANG - Kabar duka datang dari Selat Sunda. Setelah 10 hari pencarian intensif tanpa jeda, operasi SAR gabungan rombongan jurnalis yang hilang kontak bersama kapal cepat KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda resmi dihentikan.Keputusan ini diambil pada Kamis (17/9/2026), yang merupakan batas akhir masa perpanjangan operasi selama 3 hari."Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut," ujar Gubernur Banten Andra Soni di Posko Utama Dermaga Marina Carita, Kamis sore.
Operasi yang dimulai sejak 7 September ini menyisir area seluas 8.509 nautical mile persegi dengan melibatkan 523 personel dan 24 kapal dari Basarnas, TNI AL, dan Polairud.Selama 10 hari, Tim SAR Gabungan sempat menemukan 13 objek di sejumlah titik pencarian, meliputi jaket pelampung (life jacket), terpal, dan helm. Namun setelah dicek dan diteliti, dinyatakan tidak terhubung dengan Arupadhatu I. 
5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Masih HilangDiketahui, 8 orang hilang dalam insiden ini terdiri dari 5 jurnalis dan 3 kru kapal. Mereka adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto ANTARA)
2. Ari Basuki (Merdeka.com)
3. Yudhistiro Pranoto (iNews)
4. Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
5. Donal Husni (Jurnalis Lepas)
6. Warta (Kapten Kapal)
7. Surakman (ABK)
8. Heriyanto (Pemandu)
Mereka dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB saat dalam perjalanan meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat itu berstatus Level III Siaga.Meski operasi aktif dihentikan, Gubernur Andra menegaskan operasi SAR bisa dibuka kembali jika ada petunjuk baru yang valid. (BLL)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar