DKM Al-Muhajirin Bina Lebih dari 100 UMKM melalui Pelatihan Laporan Keuangan
- Admin
- Minggu, 28 Juni 2026 15:12
- 72 Lihat
- Event
Bogor – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tidak hanya berperan dalam mengelola kegiatan peribadahan, tetapi juga diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan oleh DKM Masjid Al-Muhajirin yang berada di Perumahan Bukit Cimanggu City, Kota Bogor.

Di bawah kepemimpinan Ketua DKM, H. Antoni Siregar, Masjid Al-Muhajirin tidak hanya menjalankan program ibadah rutin, tetapi juga aktif melakukan pembinaan di bidang pendidikan dan pengembangan usaha bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ini, DKM Al-Muhajirin memiliki lebih dari 100 pelaku UMKM binaan yang secara rutin mendapatkan berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi guna meningkatkan kapasitas usaha mereka.

Dalam rangka memperingati Hari UMKM Internasional 2026 yang jatuh pada 27 Juni 2026, DKM Al-Muhajirin bersinergi dengan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) dan Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor menggelar kegiatan pelatihan bertema “Tata Cara Pembuatan Laporan Keuangan UMKM”.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Raden Tedy, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia, serta Rahmad MD, Dosen sekaligus Ketua Tax Centre Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Workshop tersebut turut dihadiri Ketua RW 09 Kelurahan Mekarwangi, Nova Dwiyatna, para Ketua RT di lingkungan RW 09, lebih dari 50 pelaku UMKM binaan DKM Al-Muhajirin, dosen, serta mahasiswa dari Universitas Bina Sarana Informatika dan Universitas Ibnu Khaldun Bogor.
Dalam paparannya, Raden Tedy menyampaikan bahwa lebih dari 74 persen UMKM di Indonesia belum memahami dan belum memiliki laporan keuangan yang baik.

“Akibatnya, pelaku usaha tidak mengetahui secara pasti keuntungan usahanya, mengalami kesulitan dalam menyusun strategi bisnis, dan terkendala saat mengajukan pembiayaan atau kredit ke perbankan,” jelasnya.
Sementara itu, Rahmad MD memberikan materi teknis mengenai penyusunan laporan keuangan UMKM, mulai dari pencatatan arus kas masuk dan keluar hingga penyusunan laporan laba-rugi dan neraca usaha.
“Workshop ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat,” ujar Fitri, dosen Universitas Bina Sarana Informatika, yang hadir bersama Fadli serta dua mahasiswa BSI.
Selain mengikuti pelatihan, para pelaku UMKM juga memamerkan berbagai produk unggulan mereka, di antaranya Rendang Taragak, aneka benih sayuran dan buah-buahan Jawara, usaha logistik KUN, kopi, susu edamame, batik ecoprint, dan berbagai produk lainnya.
Salah seorang peserta, Emma, mengusulkan agar DKM Al-Muhajirin turut mengupayakan skema bantuan permodalan bagi UMKM melalui dana hibah jamaah yang dikelola secara profesional, dengan mekanisme bagi hasil yang dapat membantu pengembangan usaha para pelaku UMKM.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DKM Al-Muhajirin, H. Antoni Siregar, yang menyatakan bahwa gagasan tersebut akan menjadi perhatian dan bahan kajian untuk program-program mendatang.
Ketua RW 09, Nova Dwiyatna, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap program pembinaan UMKM dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam skala yang lebih besar, termasuk melalui penyelenggaraan bazar UMKM yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha.
Acara peringatan Hari UMKM Internasional 2026 ini dipandu oleh Raffi, pemuda RW 09 yang memiliki kemampuan baik dalam membawakan acara, dengan Tyas, Sekretaris Komunitas UMKM Naik Kelas Kota Bogor, bertindak sebagai moderator.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta ramah tamah antara peserta, narasumber, dan penyelenggara. (Andif)