UMKM Kuliner

Menuju Kota Gastronomi, Banjarbaru Angkat Akulturasi Budaya Dalam Seporsi Soto Banjar

  • Vita
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 25x baca
Menuju Kota Gastronomi, Banjarbaru Angkat Akulturasi Budaya Dalam Seporsi Soto Banjar

Banjarbaru,Radar Garuda (28/10)-Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tengah memantapkan langkahnya untuk menjadi Kota Gastronomi Indonesia. Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Banjarbaru pada 20 April 2026, pemerintah kota mengangkat kekayaan kuliner sebagai diplomasi budaya.

Sorotan utama jatuh pada Soto Banjar. Sebanyak 15 ribu porsi Soto Banjar disajikan gratis untuk warga di Lapangan Murjani, sebagai simbol bahwa kuliner ini adalah idola dan identitas urang Banjarbaru.Pemerintah Kota Banjarbaru kini mendorong Soto Banjar untuk masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO, sejajar dengan Rendang dan Gudeg. Langkah ini menjadi strategi untuk mengisi kekosongan pengakuan gastronomi yang selama ini belum didapat.Soto Banjar sendiri dinilai lebih dari sekadar makanan.

Ia adalah akulturasi budaya dalam seporsi mangkuk. Nama awalnya jao to dari pengaruh Tionghoa, kemudian berpadu dengan perkedel atau garagadil dari Belanda yang berarti frikadeller, serta rempah-rempah khas Nusantara seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.Akulturasi tersebut menjadi simbol multikulturalisme dan perekat sosial masyarakat Banua. Pemerintah pun mendorong standardisasi rasa, festival Soto Banjar, paket wisata kuliner, hingga edukasi kepada generasi muda.

(veve)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar