Teknologi

BlackBerry Bangkit Lewat Robotika dan Teknologi Medis, Tinggalkan Ketergantungan pada Ponsel

  • Arfi
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 13x baca
BlackBerry Bangkit Lewat Robotika dan Teknologi Medis, Tinggalkan Ketergantungan pada Ponsel

JAKARTA, RADAR GARUDA (29/10). — Perusahaan teknologi asal Kanada, BlackBerry, memperkuat transformasi bisnis dengan memperluas pemanfaatan perangkat lunak ke sektor robotika dan peralatan medis. Perusahaan yang dahulu dikenal luas melalui ponsel berkeyboard fisik tersebut kini mengandalkan teknologi sistem tertanam untuk menangkap peluang pertumbuhan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Langkah tersebut menandai perubahan besar dalam arah bisnis BlackBerry. Alih-alih kembali bersaing di pasar ponsel pintar, perusahaan kini berfokus pada perangkat lunak yang menjalankan berbagai sistem penting, mulai dari kendaraan modern hingga mesin industri, robot otonom, dan perangkat kesehatan.

Chief Executive Officer BlackBerry John Giamatteo melihat perkembangan *physical AI* atau kecerdasan buatan fisik sebagai salah satu peluang pertumbuhan penting. Teknologi ini memungkinkan sistem AI berinteraksi dengan dunia nyata melalui mesin, robot, dan perangkat otomatis yang harus bekerja secara aman serta konsisten.

Perluasan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan QNX, platform perangkat lunak BlackBerry yang selama ini dikenal dalam industri otomotif. Pengalaman mengembangkan sistem yang mengutamakan keselamatan dan keandalan menjadi modal perusahaan untuk menjangkau pasar baru.

Robotika Menjadi Peluang Pertumbuhan Baru

Salah satu sektor yang mulai mendapat perhatian besar adalah robotika. Pemanfaatan robot di pabrik, gudang logistik, dan pusat distribusi mendorong kebutuhan terhadap perangkat lunak yang mampu mengendalikan pergerakan mesin secara presisi.

Dalam lingkungan industri, robot tidak hanya dituntut menjalankan perintah, tetapi juga harus mampu beroperasi secara stabil, merespons kondisi sekitarnya, serta meminimalkan risiko kecelakaan. Kebutuhan tersebut membuka peluang bagi sistem operasi khusus yang dirancang untuk mendukung proses komputasi secara waktu nyata.

BlackBerry melihat peluang melalui pengembangan QNX untuk berbagai aplikasi, termasuk robot bergerak otonom, forklift tanpa pengemudi, dan sistem otomatisasi yang digunakan untuk memindahkan barang di fasilitas industri.

Perusahaan juga memiliki peluang memperluas jangkauan teknologi melalui kemitraan dengan NVIDIA. Kolaborasi tersebut memperkuat posisi QNX dalam ekosistem teknologi yang mendukung sistem AI fisik dan aplikasi yang memerlukan standar keselamatan tinggi.

Meski demikian, peluang tersebut tidak berarti BlackBerry akan memproduksi robot secara langsung. Fokus perusahaan berada pada perangkat lunak dasar yang memungkinkan perangkat dan mesin beroperasi dengan aman, efisien, dan andal.

Teknologi Medis Membuka Pasar Tambahan

Selain robotika, perangkat medis menjadi salah satu bidang yang berpotensi memperluas penggunaan teknologi BlackBerry. Industri kesehatan semakin membutuhkan sistem digital yang stabil untuk mendukung pengoperasian berbagai perangkat dan peralatan yang digunakan dalam pelayanan medis.

Pada perangkat yang memiliki fungsi penting, keandalan perangkat lunak menjadi faktor utama. Sistem harus mampu bekerja secara konsisten, menjaga respons operasional, dan mendukung persyaratan keselamatan yang berlaku.

Keahlian QNX dalam sistem tertanam dapat menjadi modal untuk menjangkau kebutuhan tersebut. Sistem tertanam merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu di dalam suatu perangkat, bukan sebagai sistem operasi umum untuk komputer pribadi.

Namun, pengembangan pasar perangkat medis tetap membutuhkan pemenuhan standar teknis dan regulasi yang relevan. Setiap penerapan teknologi harus disesuaikan dengan fungsi perangkat, kebutuhan pengguna, dan ketentuan keselamatan di sektor kesehatan.

Perluasan ke bidang ini juga menunjukkan bahwa strategi BlackBerry tidak hanya bertumpu pada satu industri. Dengan mengembangkan penggunaan teknologi pada sejumlah sektor, perusahaan berpeluang memperluas basis pelanggan dan mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

QNX Perkuat Fondasi Bisnis BlackBerry

Di tengah ekspansi tersebut, industri otomotif tetap menjadi salah satu penopang utama bisnis QNX. Perangkat lunak ini telah digunakan pada lebih dari 275 juta kendaraan di seluruh dunia, termasuk untuk mendukung berbagai fungsi kendaraan modern yang memerlukan tingkat keandalan tinggi.

Perkembangan kendaraan berbasis perangkat lunak turut meningkatkan kebutuhan terhadap sistem operasi yang mampu mendukung beragam fitur elektronik. Produsen otomotif kini semakin mengembangkan sistem digital, bantuan pengemudi, dan arsitektur kendaraan yang mengandalkan integrasi perangkat lunak.

Pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 yang berakhir 31 Agustus 2026, pendapatan unit QNX mencapai US$80,3 juta, meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut memperlihatkan kontribusi bisnis perangkat lunak tertanam terhadap pertumbuhan perusahaan.

BlackBerry juga melaporkan nilai *royalty backlog* QNX melampaui US$1,2 miliar. Angka tersebut mencerminkan estimasi potensi pendapatan royalti pada masa mendatang dari program pelanggan yang telah diperoleh, bukan pendapatan tunai yang sudah seluruhnya diterima perusahaan.

Pertumbuhan bisnis ini menjadi dasar bagi BlackBerry untuk memperluas pengembangan teknologi ke luar industri otomotif. Meski demikian, realisasi pendapatan tetap bergantung pada pelaksanaan program pelanggan, volume produksi, dan penerapan teknologi dalam produk komersial.

Transformasi Bisnis Mengubah Citra Perusahaan

Perjalanan BlackBerry mencerminkan perubahan besar dalam industri teknologi. Perusahaan yang pernah menjadi simbol ponsel pintar dengan keyboard fisik kini membangun bisnis melalui perangkat lunak yang bekerja di balik berbagai sistem digital.

Transformasi tersebut juga mencakup layanan komunikasi aman bagi pemerintah dan perusahaan, termasuk solusi komunikasi terenkripsi serta pengelolaan respons terhadap situasi darurat. Bidang ini melengkapi bisnis QNX dan menjadi bagian dari portofolio perusahaan saat ini.

Ke depan, tantangan BlackBerry adalah mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sudah mapan sekaligus memastikan ekspansi ke robotika, peralatan medis, dan aplikasi AI fisik menghasilkan peluang komersial yang berkelanjutan.

Persaingan di pasar perangkat lunak juga menuntut perusahaan untuk terus meningkatkan inovasi, memperluas kemitraan, serta menjaga kepercayaan pelanggan. Keandalan teknologi akan menjadi faktor penting, terutama ketika perangkat lunak digunakan dalam sistem yang berkaitan dengan keselamatan manusia dan operasional industri.

Dengan strategi yang semakin berorientasi pada perangkat lunak, BlackBerry berupaya membangun kembali posisinya di industri teknologi melalui jalur yang berbeda dari masa kejayaan ponselnya. Kebangkitan perusahaan kini tidak lagi diukur dari jumlah perangkat genggam yang terjual, melainkan dari kemampuannya menghadirkan teknologi yang dibutuhkan oleh kendaraan, robot, perangkat medis, dan infrastruktur digital modern.(arfi)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar