GAYO LUES, Aceh, RadarGaruda (30/10) - Banjir bandang menerjang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu sore (28/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Bencana terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama sepekan, menyebabkan tanggul Sungai Badak di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang jebol.Air dengan debit tinggi meluap dengan cepat ke permukiman dan akses jalan utama.
"Pertama, banjir bandang Desa Badak, Dabun Gelang, ini banjir bandang terparah akibat tanggul jebol / rusak parah. Limpasan air berdebit tinggi meluas cepat memasuki pemukiman dengan ketinggian se-pinggang orang dewasa yang berdampak pada 75 Kepala Keluarga," kata Kalak BPBD Gayo Lues, Muhaimini, Rabu malam.
Laporan BPBA dan Pusdalops PB BPBD Gayo Lues mencatat, ketinggian air bervariasi dari lutut hingga dada orang dewasa. Sedikitnya 4 rumah dilaporkan hanyut, dan sekitar 100 KK mengungsi. Air juga merendam Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren dengan 55 KK terdampak.
Bersamaan dengan banjir, angin puting beliung juga menerjang Desa Sangir, merusak beberapa rumah warga dan atap RSU Muhammad Ali Kasim.Video amatir warga yang viral menunjukkan arus coklat deras menerjang permukiman menjelang maghrib, warga berhamburan menyelamatkan diri dan barang berharga.
Penanganan Cepat:
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan BWS Sumatera I mengerahkan personel dan 1 unit excavator untuk menutup tanggul jebol dengan geobag.Per Kamis (29/10) pukul 22.29 WIB, BPJN Aceh melaporkan genangan sudah surut dan akses jalan daerah Pining-Lokop yang sempat terputus kini kembali dapat dilalui. Warga mulai bergotong royong membersihkan lumpur di rumah.Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan akan ada penanganan permanen terpadu dari hulu ke hilir, mulai Oktober 2026 hingga Desember 2028, meliputi pembangunan sabo dam, peninggian tanggul, dan pengerukan muara.Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa, namun pendataan kerugian masih berlangsung. BPBD mengimbau warga di bantaran sungai untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar