SEMARANG, RadarGaruda (31/10) - Sebuah video yang memperlihatkan atlet pencak silat mengalami kejang-kejang di tengah pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 viral di media sosial dan menuai sorotan.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (27/10/2026) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), pada babak perempat final kelas D putra. Laga mempertemukan Kukuh Angga W dari Kabupaten Blora (sudut biru) melawan Ginting dari Kota Solo (sudut merah).Dalam rekaman yang beredar, Kukuh terjatuh setelah menerima teknik serang-bela berupa bantingan dari lawan. Bagian belakang kepalanya membentur matras, kemudian tubuhnya mengalami kejang-kejang di atas matras.Aksi wasit yang tetap melakukan hitungan hingga 10 detik sebelum memanggil tim medis pun menuai kritik warganet. Banyak yang menilai penanganan terlalu lambat dan membahayakan nyawa atlet.
Menanggapi sorotan tersebut, KONI Jawa Tengah akhirnya buka suara. Ketua KONI Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko menjelaskan, wasit sudah bertindak sesuai aturan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)."Karena bukan pelanggaran, di dalam peraturan pertandingan IPSI, harus dihitung sampai sepuluh baru setelah itu medis melakukan pertolongan pertama," ujar Sudjarwanto, Kamis (29/10).Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, dr. Elhamangto Zuhdan, menjelaskan kondisi medis Kukuh. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda stroke.
"Benturan kepala memengaruhi aktivitas listrik otak sehingga terjadi kejang. Jika diibaratkan, jaringan listrik di otak ini seperti mengalami korslet," kata dr. Elham.Beruntung, hasil CT Scan dan pemeriksaan vital tidak menunjukkan gangguan berbahaya seperti pendarahan otak. Kondisi Kukuh kini berangsur membaik setelah dirawat di RS Primaya Semarang."Adik kita yang jatuh tadi kondisinya sekarang semakin baik. Sudah bisa berkomunikasi, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera pulang," kata Sekum PB Porprov Jateng Budi Santoso.Budi menegaskan, insiden ini akan menjadi bahan evaluasi besar. KONI akan mengusulkan perubahan SOP ke PB IPSI pusat agar keselamatan atlet jadi prioritas."Begitu jatuh dan kejang, wasit harus segera tentukan untuk ditolong, tidak ada hitungan lagi. Safety first," tegasnya. Diketahui, Porprov Jateng 2026 diwarnai tiga insiden serius. Selain Kukuh, dua atlet dilaporkan meninggal dunia, yakni atlet selam asal Jepara dan atlet silat putri asal Kota Semarang.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar