SEMARANG (10/10) - Kota Semarang resmi memasuki era transportasi hijau. Sebanyak 27 bus listrik Trans Semarang mulai diluncurkan dan mengaspal secara bertahap.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meluncurkan armada baru tersebut di Balai Kota Semarang, Selasa (23/9/2026), bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional."Ini adalah gerakan lingkungan untuk mengurangi emisi di Kota Semarang," ujar Agustina.27 bus listrik ini menjadi bagian dari target peremajaan 132 armada dari total 284 unit Trans Semarang di tahun 2026.Bus yang digunakan adalah bus low deck 12 meter buatan kolaborasi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dan Karoseri Laksana, Ungaran. Berkapasitas hingga 60 penumpang dan ramah disabilitas serta lansia.Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menyebut bus ini disiapkan khusus untuk Koridor I rute Terminal Mangkang - Terminal Penggaron sepanjang 29 km yang menghubungkan barat dan timur Kota Semarang.
Spesifikasinya tidak main-main:
. Baterai 340 kWh, jarak tempuh maksimal 250 km, operasional efektif 200-240 km untuk menjaga kesehatan baterai
. Torsi tinggi, lebih responsif untuk tanjakan dibanding bus diesel
. Pengisian daya di pool Mangkang dengan daya 150 kW, butuh sekitar 2 jam
. Harga per unit sekitar Rp 4 - 4,5 Miliar
Uji coba pra layanan sudah dimulai sejak 13 September lalu dan digratiskan hingga 14 Oktober 2026. Penumpang tetap wajib tap kartu di Mesin Tap On Bus (TOB) dengan nominal Rp 0.Saat ini baru 2 unit yang beroperasi, dan akan ditambah minimal 3 unit setiap minggu. Seluruh 27 unit (25 operasional + 2 cadangan) ditargetkan beroperasi penuh awal November 2026.Agustina bahkan menyindir bus diesel lama yang ngebul hitam.
"Perlahan-lahan kita harus mengatakan selamat tinggal cumi-cumi darat," katanya.Selain bus, Pemkot juga meluncurkan taksi listrik sebagai bagian dari komitmen menekan emisi dan mengenalkan kendaraan listrik ke masyarakat. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar