JAKARTA (10/10) - Jika sang ayah Wahyu Sardono atau Dono Warkop DKI mengharumkan nama Indonesia lewat komedi legendaris, sang putra mengharumkannya lewat sains. Putra kedua Dono, Damar Canggih Wicaksono, kini menjadi sorotan karena prestasinya sebagai ilmuwan ahli nuklir yang berkarier di Jerman. Damar yang lahir pada 1986 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Dono dan Titi Kusumawardhani. Berbeda dari sang ayah yang identik dengan dunia hiburan, Damar memilih jalan akademis yang sangat jauh berbeda.
Perjalanan akademiknya dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia mengambil jurusan Teknik Nuklir dan berhasil lulus dengan predikat cum laude dengan IPK 3,92 pada tahun 2009.Berbekal prestasi tersebut, ia melanjutkan pendidikan ke Eropa melalui beasiswa Swiss Government Excellence Scholarship. Damar menyelesaikan studi magister di bidang Nuclear Engineering di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss pada 2012, dan sempat menimba ilmu di ETH Zurich.Tak berhenti di situ, ia merampungkan pendidikan doktoral di EPFL dengan konsentrasi Fisika dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 2018.Karier profesionalnya pun cemerlang. Damar pernah magang sebagai analis keselamatan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Leibstadt, Swiss, dan menjadi peneliti di Paul Scherrer Institut (PSI). Saat ini, ia berkontribusi sebagai peneliti di Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR), Jerman, salah satu pusat penelitian teknologi terkemuka di Eropa.Prestasinya juga diakui dunia internasional. Ia pernah meraih Best Paper Award dari Paul Scherrer Institut dan NuklearForum Schweiz pada 2014, serta Best Student Paper Award dari Japanese Nuclear Society dan American Nuclear Society.Pencapaian Damar menjadi bukti bahwa semangat dan kecerdasan sang ayah, yang juga pernah menjadi dosen Sosiologi di Universitas Indonesia, menurun kepada sang anak dan berhasil membawa nama Indonesia harum di kancah sains dunia. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar