Teknologi

Penulisan Pertanian Digital Tingkatkan Hasil Panen Padi di Anggana

  • Arfi
  • Jumat, 11 September 2026
  • menit membaca
  • 12x baca
Penulisan Pertanian Digital Tingkatkan Hasil Panen Padi di Anggana

KUTAI KARTANEGARA, (11/09) Inovasi pertanian berbasis teknologi mulai menunjukkan hasil di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penerapan metode Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan teknologi digital berhasil meningkatkan produktivitas padi di Gapoktan Mandiri, Desa Sidomulyo.

Panen perdana demplot tersebut digelar pada Kamis (10/9/2026). Berdasarkan hasil pengukuran, produktivitas padi mencapai 6,95 ton per hektare atau meningkat sekitar 44,8 persen dibandingkan sebelum penerapan metode LEISA.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur dengan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, serta kelompok tani setempat.

Dalam penerapannya, petani menggunakan teknologi pembenihan berbasis bio-invigorasi yang dipadukan dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Metode ini ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus mengoptimalkan penggunaan sarana pertanian.

Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan mengatakan inovasi diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan pertanian, mulai dari perubahan cuaca hingga kebutuhan efisiensi biaya produksi.

“Perubahan cuaca, keterbatasan sarana produksi, dan kebutuhan efisiensi terus mendesak kita untuk bergerak. Karena itu, inovasi tidak boleh berhenti,” ujar Jajang.

Selain metode LEISA, penggunaan drone juga diterapkan untuk membantu proses penyemprotan pupuk dan nutrisi tanaman. Jika sebelumnya penyemprotan satu hektare membutuhkan sekitar enam hingga delapan jam, penggunaan drone dapat menyelesaikannya dalam waktu sekitar delapan hingga sepuluh menit.

Teknologi tersebut telah digunakan sebanyak 1.637 kali dengan cakupan lahan mencapai 204,82 hektare. Penggunaan drone juga disebut mampu menekan biaya produksi sekitar 10 hingga 25 persen.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji berharap penerapan teknologi pertanian tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan. Menurutnya, pola pertanian modern dan berkelanjutan perlu dikembangkan ke wilayah lain di Kalimantan Timur.

Kolaborasi antara pemerintah, BI, lembaga pendidikan, kelompok tani, dan pihak terkait dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat produksi pangan daerah.

Pengembangan pertanian dari sektor hulu hingga hilir juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan dan mendukung stabilitas harga di Kalimantan Timur.(arfi)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar