Surabaya,Radar Garuda(12/10)-
Seorang bayi berusia 24 hari berinisial A di Surabaya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo.
Bayi tersebut sebelumnya dilaporkan dalam kondisi kritis setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya. Kasus ini mencuat setelah tante korban, Calista Arisha, mengunggah permohonan bantuan untuk mendapatkan ruang NICU melalui Threads pada Kamis (8/10/2026). Selama menjalani perawatan, kondisi bayi dilaporkan terus memburuk hingga sempat mengalami kejang.
"Tapi hari ini kondisi A sempat kejang. Ibunya sempat down teringat dengan apa yang dilakukan mertuanya. Tapi di sini ibunya mau tenang terlebih dulu," kata Calista.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, kondisi korban tidak kunjung membaik. Bayi A pun dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB. Kabar tersebut dibenarkan pihak RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
"Bayi tersebut meninggal dunia hari ini pukul 07.10 WIB. Kami turut berduka cita mendalam kepada pihak keluarga atas meninggalnya bayi tersebut," tutur pihak Humas RSUD Dr. Soetomo.
Namun, rumah sakit belum memberikan keterangan mengenai penyebab pasti kematian korban secara medis. Calista menyampaikan bahwa Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut membantu penanganan bayi A sejak sebelum mendapatkan ruang NICU hingga meninggal dunia.
Terkait dugaan pemberian telur mentah oleh nenek korban, keluarga menyebut persoalan ini telah ditindaklanjuti, meski belum menjelaskan secara rinci langkah hukum yang ditempuh.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar