Daerah

Jarak Pandang Hampir Nol, Pengendara Di Kalimantan Adu Klaksonb Di Tengah Kabut Asap

  • Bella
  • Senin, 12 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 43x baca
Jarak Pandang Hampir Nol, Pengendara Di Kalimantan Adu Klaksonb Di Tengah Kabut Asap

BANJARMASIN, KALSEL (12/10) - Kondisi mencekam dirasakan pengendara di Kalimantan Selatan hari ini, Senin (12/10/2026). Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat jarak pandang hampir nol meter.

Di beberapa titik, jarak pandang bahkan hanya 1 meter hingga 50 meter.Video viral dari Instagram @habarhabarkalsel memperlihatkan momen mengerikan di Gerbang Perbatasan Gubernur Kalsel, Minggu (11/10). Seorang pengendara motor yang melintas tiba-tiba "hilang" ditelan kabut asap pekat berwarna kuning keabu-abuan. Saat masuk area asap tebal, motor dan orangnya sama sekali tidak terlihat. Akibat pandangan yang terbatas ini, pengendara terpaksa adu klakson terus-menerus sebagai tanda keberadaan. Suara klakson bersahutan terdengar di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi dan Jembatan Barito.

"Tidak berani ngebut. Harus klakson terus biar tahu ada mobil di depan. Kalau tidak, bisa tabrakan," ujar Riyan, pengendara di Barito Kuala.

Kecelakaan Beruntun Terjadi:

BMKG Kalsel menyebut kondisi hari ini adalah "Udara Kabur" akibat partikel asap Karhutla. Kecelakaan pun tak terhindarkan.

1. Di Barito Kuala: Mobil tabrak truk saat kabut asap. Jarak pandang hampir nol.

2. Di Jembatan Barito: Kecelakaan motor masuk kolong truk pada Senin pagi.

3. Di Hulu Sungai Tengah (HST): Kecelakaan beruntun 3 mobil SUV di Barabai dilaporkan terjadi pada Minggu

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol M Fahri Siregar mengimbau keras:

1. Nyalakan lampu utama, bukan lampu hazard

2. Kurangi kecepatan di bawah 40 km/jam

3. Jaga jarak aman 2x lipat

4. Jika asap terlalu pekat, STOP dan menepi di tempat aman, jangan memaksakan jalan.

Sementara itu, dampak kabut asap juga melumpuhkan 1.673 penerbangan domestik di 6 bandara Kalimantan termasuk Syamsudin Noor Banjarmasin, Supadio Pontianak, dan Tjilik Riwut Palangka Raya karena visibility di bawah batas minimum. Pemerintah menyebut musim hujan di Kalsel mundur hingga November, sehingga kabut asap diprediksi masih akan menyelimuti Kalimantan beberapa pekan ke depan. (Bll)

 

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar