Jakarta,Radar Garuda(14/10)-Setelah 42 tahun, Indonesia kembali menjadi negara pengekspor beras melalui kontrak pengiriman 500 ribu ton ke Malaysia. Utusan Khusus Presiden Hashim Djojojohadikusumo menyebut kesepakatan tersebut menguntungkan Indonesia sekaligus menjadi pencapaian penting dalam sektor pangan.
Hashim menjelaskan, stok beras nasional telah mencapai 5,3 juta ton hingga gudang Perum Bulog penuh. Pemerintah pun memilih ekspor daripada harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa gudang swasta.
"Dan itu mahal, lebih murah kalau kita ekspor," kata Hashim, Rabu (7/10/2026).
Hashim mengatakan Indonesia juga berhasil mencapai target swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari rencana awal pada 2029.
"Ini suatu prestasi luar biasa," ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah telah menaikkan harga pembelian beras dari petani sebesar 50% dan memangkas harga pupuk urea sebesar 20% untuk mendukung produksi pertanian.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar