JAKARTA , RADAR GARUDA — (15/10). Langkah penguatan struktur industri manufaktur dan teknologi pengolahan hilir di Indonesia memasuki babak baru yang agresif. Krista Exhibitions Group secara resmi siap menggelar perhelatan bisnis-ke-bisnis (B2B) terbesar di Asia Tenggara, ALLPack Indonesia 2026 ke-25, guna mempercepat penetrasi teknologi otomasi pengemasan modern di pasar domestik.
Ajang pameran berskala makro ini dijadwalkan berlangsung ketat pada tanggal 20 hingga 23 Oktober 2026 bertempat di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Berdasarkan data kurasi penyelenggara, perhelatan kuartal IV ini mencatatkan lompatan pertumbuhan jumlah peserta sebesar 15 persen dengan mengonsolidasikan lebih dari 1.600 korporasi eksibitor yang berasal dari 42 negara.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengidentifikasi bahwa tingginya antusiasme investor global menjadi bukti rigid atas resiliensi stabilitas geoekonomi Indonesia. Pameran ini dirancang terintegrasi untuk mempertemukan rantai pasok lintas sektor produksi, mulai dari industri pengolahan pangan, plastik kemasan, kosmetik, hingga teknologi mekanisasi farmasi.
"ALLPack Indonesia 2026 bertindak sebagai laboratorium teknologi terpadu untuk menekan dependensi industri terhadap impor suku cadang. Kami mengundang 90.000 pengunjung bisnis (trade visitors) dari 30 negara untuk menyerap rekayasa mesin otomatis berbasis kecerdasan buatan, sehingga efisiensi kapasitas produksi komoditas lokal siap bersaing di kancah global," ungkap Daud D. Salim dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).
Paralel dengan target transaksi hulu, Indonesian Packaging Federation (IPF) memproyeksikan nilai pasar industri kemasan nasional mampu tumbuh stabil di kisaran 5 hingga 6 persen sepanjang tahun 2026. Lonjakan ekspansi ini didorong oleh bauran pertumbuhan sektor perdagangan elektronik (e-commerce) serta mandatori pemenuhan program jaring pengaman sosial pangan nasional berskala masif.
Guna menstabilkan jalinan kontrak komersial lintas yurisdiksi, pameran yang didukung oleh Kemenperin, Kemenparekraf, dan Kementerian Investasi/BKPM ini menerapkan empat koridor forum pemadanan bisnis (business matching) strategis:
• Sinergi Biofarmasi Italia-Iran-Indonesia: Memfasilitasi pertemuan tatap muka (one-on-one) pengadaan mesin produksi obat dan alat kesehatan berstandar mutu internasional melalui forum ilmiah From Technology to Market.
• Sinkronisasi Rantai Pasok Pangan Terpadu: Menghubungkan korporasi pengolahan makanan, minuman, dan jasa boga bersama asosiasi GAPMMI, IKABOGA, PPJI, serta APJI guna menyusun standardisasi logistik makanan massal yang higienis.
• Hilirisasi Industri Hijau Rendah Karbon: Menyelenggarakan 55 sesi seminar edukatif bersama INAPLAS dan Indonesia Plastics Recyclers (IPR) guna menyelaraskan regulasi emisi karbon dengan teknologi daur ulang limbah plastik global.
• Akselerasi Pengadaan Hub IKM Lokal: Menyediakan paviliun khusus satu pintu bagi 10 Industri Kecil Menengah (IKM) binaan daerah untuk mempermudah verifikasi kepatuhan sertifikasi halal kemasan ekspor ke pasar Tiongkok.
Melalui konsistensi sertifikasi mutu perangkat dan otomatisasi pemasaran digital terintegrasi ini, ALLPack Indonesia 2026 diharapkan mampu mengunci retensi devisa sektor jasa logistik nasional [c]. Langkah penataan teknologi pengemasan dari hulu hingga hilir ini sekaligus menjadi jangkar penting untuk memastikan kedaulatan industri pengolahan dalam negeri tetap bertumbuh tangguh dan mandiri melintasi persaingan global secara berkelanjutan.(arfi)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar