Semarang,Radar Garuda (16/10)-
Sebanyak 139 pompa dan enam pompa bergerak disiapkan Pemerintah Kota Semarang untuk menghadapi musim hujan. Di sisi lain, pengerukan 33 sungai telah dilakukan, sementara lima sungai lainnya masih dalam proses pengerjaan untuk mengurangi risiko banjir dan genangan.
Kesiapan tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Semarang yang meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat koordinasi sebelum intensitas hujan meningkat. Optimalisasi pompa, perbaikan drainase, dan evaluasi penanganan banjir dinilai perlu dilakukan agar genangan tidak bertahan lama dan aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, mengatakan penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Evaluasi terhadap kejadian pada tahun sebelumnya harus menjadi dasar perbaikan kesiapan infrastruktur, peralatan, dan personel.
"Karena ini menjadi kegiatan rutin, dinas harus mengevaluasi kekurangan tahun lalu agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang. Penanganan bencana juga tidak bisa dilakukan satu dinas saja. Semua harus berkolaborasi," kata Pilus, sapaan akrab Kadar Lusman.
Pernyataan itu disampaikan seusai Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang bertema Kesiapsiagaan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan Kota Semarang Menghadapi Bencana Hidrometeorologi, Selasa (13/10/2026).
Pilus menilai, kesiapan menghadapi banjir perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Sebab, banjir akibat luapan sungai memiliki penyebab dan risiko berbeda dibandingkan genangan yang terjadi karena aliran air tidak lancar atau kapasitas drainase yang terbatas.
Kawasan Perumahan Bukit Dinar di Tembalang dan wilayah sekitarnya disebut menghadapi ancaman banjir akibat luapan air sungai.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar