Semarang,Radar Garuda (16/10)-Kawasan Tugu Muda Kota Semarang mendadak bergemuruh pada Rabu (14/10/2026) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota tampak antusias memadati bundaran bersejarah tersebut untuk menyaksikan secara langsung pementasan drama kolosal peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang merupakan agenda tahunan yang dihelat untuk mengenang perlawanan heroik rakyat dan para pemuda Semarang terhadap tentara Jepang pada 14 hingga 19 Oktober 1945. Rangkaian kegiatan peringatan ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dengan puncaknya berupa malam renungan serta pertunjukan drama kolosal teatrikal di sekitar Monumen Tugu Muda.
Pementasan tahun ini menyita perhatian publik luas lantaran secara terbuka menyisipkan pesan kritik sosial yang tajam terhadap isu korupsi serta kemerosotan moral oknum pejabat publik. Melalui narasi yang membakar semangat, tata panggung teatrikal, serta adegan pertempuran yang dramatis, para pelakon menyuarakan refleksi tajam mengenai relevansi nilai-nilai kepahlawanan dengan kondisi penegakan hukum dan birokrasi bangsa saat ini.
Salah seorang penonton asal Semarang Tengah, Bagus Ariyanto (34), mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi keberanian panitia dan seniman yang menyisipkan pesan antikorupsi dalam pementasan sejarah tersebut. Menurutnya, sindiran terhadap perilaku koruptif para pemangku kebijakan terasa sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar