Yogyakarta,Radar Garuda (17/10)-Musim kemarau panjang diperkirakan masih akan menyelimuti wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta hingga akhir tahun 2026.
Berdasarkan peta dan infografis prediksi awal musim hujan periode 2026/2027 yang dirilis oleh BMKG, kedatangan musim hujan di DIY diproyeksikan tidak akan berlangsung secara serentak dan terbagi dalam tiga tahapan waktu.
Tahap pertama, awal musim penghujan diperkirakan mulai menyapa sekitar 25 persen wilayah DIY pada akhir November 2026 (dasarian III). Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian utara, serta Sleman bagian utara dan tengah.
Memasuki awal Desember 2026 (dasarian I), cakupan hujan meluas hingga mencapai 37,5 persen wilayah DIY, mencakup Kulon Progo bagian timur, seluruh kawasan Kota Yogyakarta, Sleman bagian timur, selatan, dan barat, serta kawasan Bantul bagian utara dan Gunungkidul bagian utara.
Sementara sisanya, sekitar 37,5 persen wilayah baru diprediksi memasuki awal musim hujan pada pertengahan Desember 2026 (dasarian II). Cakupan ini mendominasi bagian selatan DIY, yakni Kulon Progo bagian barat dan selatan, Bantul bagian timur, barat, dan selatan, hingga Gunungkidul bagian timur, barat, dan selatan.
Akibat kemarau panjang ini, krisis air bersih mulai melanda wilayah Sleman. Selain melanda pemukiman warga, data Pusdalops BPBD Kabupaten Sleman mencatat belasan sekolah termasuk fasilitas umum seperti kantor pemerintahan hingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) turut terdampak.
Beberapa sekolah yang tercatat mengalami kekurangan pasokan air bersih meliputi SDN Sejati, SMP N 2 Moyudan, SDN Sumberrahayu, serta SD Gamplong di Kapanewon Moyudan.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar