DENPASAR (17/10) - Video seorang pegawai SPBU perempuan menangis dan meluapkan amarahnya di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di SPBU 54.801.48 Jalan Diponegoro, Denpasar, Rabu (14/10/2026) malam, saat Bali sedang dilanda krisis BBM. Antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 1 kilometer.
Saat melakukan sidak tengah malam, Gubernur Koster menginstruksikan seluruh SPBU di Denpasar dan Badung wajib buka 24 jam untuk mengurai antrean.
Kebijakan mendadak itu justru memicu ledakan emosi dari operator SPBU.Dalam video viral, seorang operator perempuan menghampiri Koster dengan suara lantang sambil menangis:
"Saya bukan robot, saya juga capek, Pak! Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga!"
"Coba Bapak di sini, di lapangan bagaimana rasanya?" tantang pegawai itu.
Suasana langsung tegang. Rekan-rekannya berusaha menenangkan, sementara Koster terlihat diam dengan tatapan tajam yang jadi sorotan netizen.
Fakta di Balik Layar:
Menurut Admin SPBU, Tria, SPBU itu normalnya hanya buka pukul 06.00 - 23.00 WITA. Total hanya ada 12 operator, semuanya perempuan, bahkan ada yang sedang menyusui. Masing-masing shift cuma 5 orang.
Akibat krisis BBM, mereka sudah lembur hingga lewat tengah malam sebelum Gubernur datang, dan kaget diminta langsung 24 jam tanpa tambahan personel.
"Kan mereka jadi kaget (diminta buka 24 jam), apalagi ada satu operator saya itu masih menyusui," ujar Tria.(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar