Yogyakarta,Radar Garuda (17/10)-
Terik matahari yang menyengat di Jalan Timoho, Kota Yogyakarta, seolah tak mampu menghentikan langkah Bambang Sumarso (73). Di usia yang tak lagi muda, pria asal Pengok itu masih setia menjajakan donat seharga Rp2.000 per buah di depan Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta.
Di belakang motor Honda Supra tuanya, sebuah kotak plastik bening berisi puluhan donat dan toples gula halus menjadi bekal mencari rezeki setiap hari. Sebuah papan sederhana bertuliskan "Donat Rp2.000" menggantung di bagian belakang motor sebagai penanda lapaknya.
Setiap pagi hingga sore, Bambang membawa sekitar 100 donat untuk dijual. Jika habis terjual, omzet yang diperoleh mencapai sekitar Rp150 ribu per hari.
"Biar saja murah, yang penting cari berkahnya. Masyarakat dan mahasiswa bisa terjangkau untuk sarapan," ujarnya saat ditemui, Rabu (14/10/2026).
Bagi mahasiswa di kawasan Timoho, donat racikan Bambang sudah menjadi langganan pengganjal perut sebelum kuliah. Bahkan, tak jarang mahasiswa berutang terlebih dahulu karena terburu-buru masuk kelas.
Sebelum berjualan donat, Bambang pernah bekerja di industri keramik Surabaya dan mengabdi puluhan tahun di bidang budidaya tanaman. Setelah pensiun, ia memilih tetap aktif karena merasa tubuhnya justru mudah sakit jika hanya berdiam diri di rumah.
Baginya, berjualan bukan semata mencari penghasilan tambahan, melainkan cara menjaga kesehatan dan bersosialisasi. Sementara sang istri menyiapkan adonan donat sejak dini hari, Bambang menghabiskan hari-harinya melayani pembeli di tepi Jalan Timoho.
"Selagi masih diberi kesehatan, ya dijalani. Yang penting halal dan tidak menyusahkan orang lain," tuturnya.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar