Jakarta,Radar Garuda (17/10)-Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan cukup dalam pada penutupan perdagangan pekan ini hingga menyentuh level Rp18.027 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini sekaligus menempatkan rupiah sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia.
Ironisnya, pelemahan ini terjadi di saat mayoritas mata uang negara Asia lainnya justru menguat terhadap dolar AS.
Ternyata, pemicu utamanya adalah sentimen dari MSCI (Morgan Stanley Capital International). Perusahaan indeks global tersebut tengah membuka konsultasi untuk mengkaji penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market (Pasar Negara Berkembang) menjadi Standalone Market (Pasar Terisolasi).
Langkah MSCI ini dipicu oleh keluhan para investor global terkait isu tata kelola bursa Indonesia, seperti dugaan perdagangan terkoordinasi dan kurangnya transparansi kepemilikan saham.
Kabar tersebut membuat investor asing panik dan ramai-ramai menarik dana mereka keluar dari Indonesia (capital outflow). Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dan nilai tukar rupiah langsung merosot tajam.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar