Daerah

Gunung Lawu Belum Padam, 304 Personel Gabungan Berjibaku Buat Sekat Api di Tengah Angin Kencang

  • Bella
  • Rabu, 21 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 36x baca
Gunung Lawu Belum Padam, 304 Personel Gabungan Berjibaku Buat Sekat Api di Tengah Angin Kencang

KARANGANYAR (21/10) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih membara hingga Selasa (21/10/2026). Luas lahan terbakar diperkirakan telah mencapai 490 hektare.

Kebakaran yang pertama kali terdeteksi sejak Kamis (15/10/2026) di kawasan Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu ini menghanguskan hutan pinus dan padang ilalang di petak 28, 32, dan 62c. Api dilaporkan bergerak dari Pos 3 menuju Pos 2 jalur pendakian.

BPBD Karanganyar bersama tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman. Sebanyak 304 personel gabungan dari TNI Yonif Teritorial Pembangunan, Polri, Brimob, BPBD, Basarnas, Perhutani, dan relawan dikerahkan dan disebar di 4 posko: Posko Induk Gondosuli, Posko Aju Cemoro Kandang, Posko Aju Tambak, dan posko baru di kawasan Cetho.

"Besok kami upayakan penyekatan secara manual di empat titik yang sudah direncanakan. Kami juga mengutamakan pengamanan pipa air warga agar tidak terdampak apabila api meluas," ujar Kalak BPBD Karanganyar, Sugiharjo.

Upaya pemadaman menghadapi kendala berat. Medan terjal, angin kencang, dan peralatan konvensional membuat petugas beberapa kali harus ditarik mundur ke posko demi keselamatan.

"Di Posko Induk Gondosuli 43 personel diberangkatkan untuk penyekatan, karena api semakin membesar tim akhirnya kembali ke posko. Di Cemoro Kandang 46 personel juga sama," jelas Sugiharjo.

Pemprov Jawa Tengah telah menetapkan status tanggap darurat dan mengerahkan dua helikopter TNI yang dioperasionalkan BNPB untuk operasi water bombing. Namun operasi udara baru terlaksana dua sorti dari rencana empat sorti karena kawasan lereng tertutup mendung dan kabut tebal.

Selain water bombing, BPBD juga telah mengajukan modifikasi cuaca ke BMKG. "Kami sudah laporkan ke Bupati dan ajukan bantuan ke BMKG. Pelaksanaannya tergantung hasil asesmen apakah ada bibit awan," tambah Sugiharjo.Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan yang meninjau langsung lokasi pada Sabtu (18/10) menyebut 244 personel dikerahkan saat itu dan pihaknya akan menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara api berasal dari serasah daun kering yang terbakar, namun unsur kesengajaan masih didalami.

Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang dan Tambak untuk sementara ditutup total hingga api dinyatakan padam.

(Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar