Politik

Syukur Mandar Soal Reshuffle ke-7: Menteri Tak Kompeten Dan Bermasalah Harus Di-Reshuffle, Kabinet Harus Koalisi Rakyat

  • Vita
  • Rabu, 21 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 25x baca
Syukur Mandar Soal Reshuffle ke-7: Menteri Tak Kompeten Dan Bermasalah Harus Di-Reshuffle, Kabinet Harus Koalisi Rakyat

Jakarta,Radar Garuda (21/10)-Pengamat politik Bang Syukur Mandar menanggapi reshuffle kabinet yang ketujuh yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengapresiasi langkah reshuffle tersebut, namun menekankan bahwa reshuffle jangan hanya sekadar pergantian posisi.

Menurutnya, menteri-menteri yang tidak kompeten, tidak profesional, dan menjadi beban presiden, sekalipun merupakan kader yang diusulkan oleh partai politik, sebaiknya di-reshuffle.

Selain itu, menteri-menteri yang bermasalah dengan hukum juga perlu di-reshuffle agar publik kembali percaya kepada negara.

Syukur mengingatkan bahwa pelaksanaan pemerintahan ada di pundak presiden. Jika keputusan presiden tidak mengakomodasi aspirasi rakyat, maka rakyat akan kecewa pada negara dan berpotensi terjadi erosi kepercayaan hingga berujung pada disintegrasi dan perpecahan.

Ia juga menyoroti kabinet yang masih gemuk dengan jumlah lebih dari seratus menteri, bahkan bertambah gemuk dengan adanya 26 Watimpres. Kegemukan kabinet itu, menurutnya, harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan rakyat.

Ia menilai banyak masyarakat yang membanding-bandingkan gaji pejabat penyelenggara negara yang lebih besar daripada gaji guru yang menjadi tulang punggung negara, sehingga muncul pandangan bahwa sebagian pejabat menjadi beban negara.

Syukur menegaskan bahwa kabinet harus mencerminkan koalisi kepentingan rakyat, bukan koalisi partai. Orang-orang yang bersih dan jujur harus ditempatkan sebagai menteri pembantu presiden agar tugas mensejahterakan rakyat bisa tercapai.

sumber tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSgDD789L/

(veve)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar