PALANGKA RAYA (21/10) - Aktivis sekaligus content creator Ferdian Aurelio melontarkan desakan keras kepada pemerintah pusat untuk merasakan langsung penderitaan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Dalam diskusi publik bersama ratusan pemuda di Tugu Soekarno, Palangka Raya, Minggu (5/10/2026), Ferdian meminta Presiden, Wakil Presiden, para menteri, hingga Kepala BNPB untuk wajib tinggal dan berkantor selama 30 hari di wilayah terdampak, khususnya Kalimantan Tengah.
Menurutnya, penanganan karhutla selama ini hanya formalitas. Pemerintah hanya menerima laporan dari Jakarta, rapat di ruang ber-AC, dan pernyataan pers yang jauh dari titik api.
"Selama ini karhutla ditangani dari Jakarta dengan 'saya dapat laporan', rapat di ruang ber-AC, pernyataan pers jauh dari titik api. Kami bosan pada kebijakan yang dibuat orang-orang yang tak pernah mencium asapnya sendiri," ujar Ferdian dengan nada tinggi.
Ferdian menilai Presiden Prabowo Subianto telah dibohongi oleh birokrasi di bawahnya yang hanya memberikan laporan yang menyenangkan pimpinan. Padahal di lapangan, warga dipaksa berdamai dengan bahaya ISPA demi sesuap nasi.
"Jangan hanya memadamkan api dari balik meja. Coba tinggal di sini 30 hari, rasakan mata perih, sesak napas, anak-anak batuk darah. Baru kalian tahu apa itu darurat," tegasnya.
Ia menyebut penanganan karhutla tidak bisa hanya kunjungan singkat untuk salam-salaman dan foto-foto. Negara harus hadir secara nyata dan berkelanjutan.Desakan Ferdian ini muncul di tengah memburuknya kualitas udara di Kalimantan dan Sumatera. Data Kementerian Kesehatan mencatat ribuan anak dan balita mengalami ISPA, bahkan ada laporan bayi 14 bulan meninggal dunia setelah sesak napas akibat kabut asap.Sementara itu, pemerintah melalui Menko Polkam Dudung Abdurachman menyebut Indonesia masih sanggup menangani karhutla tanpa harus menetapkan status bencana nasional, meski Presiden Prabowo sudah menyetujui bantuan asing.Aksi Ferdian Aurelio ini pun viral di media sosial dan mendapat dukungan luas dari warganet dengan tagar #DaruratAsap dan #PeduliKalimantan.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar