SAMARINDA (23/10) - Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Samarinda, digeruduk ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Rabu (21/10/2026).Aksi ini buntut dugaan tindakan arogan yang dilakukan ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Briptu Asky Rizal Toding, terhadap kader GMNI Samarinda, Rossa Tri Rahmawati, pada Senin (19/10/2026) petang.Saat itu mahasiswa baru selesai demo soal penanganan karhutla dan listrik padam. Mereka melihat Gubernur Rudy datang ke Masjid Nurul Mu'minin di kompleks Kantor Gubernur untuk shalat Maghrib. Saat mahasiswa merekam dan bertanya kenapa tidak menemui massa, Asky diduga sengaja menyenggol, mendorong, dan menutupi kamera ponsel mahasiswa. Video 30 detik itu viral.Di hadapan ribuan massa yang mengepung kantornya, Gubernur Rudy Mas'ud mengambil keputusan tegas.
"Ajudan yang diinginkan untuk dipecat sebagai ajudan, kita tarik beliau dan kita kembalikan ke satuannya," tegas Rudy
yang langsung disambut sorak setuju massa.Rudy juga meminta maaf dan menyebut insiden itu menjadi tanggung jawab pribadinya. Ia kemudian menandatangani kesepakatan dengan mahasiswa dan bersalaman dengan korban.Pihak Pemprov Kaltim melalui tim ahli Gubernur, Sudarno, menegaskan Asky bukan dipecat dari Polri, melainkan dikembalikan ke kesatuannya di Brimob Polda Kaltim sambil menunggu pemeriksaan Propam."Itu dikembalikan ke kesatuannya. Nanti kesatuannya kemudian mengambil kebijakan. Ini masih diinvestigasi Propam Polda," kata Sudarno, Kamis (22/10/2026).Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi menyebut tindakan Asky bertentangan dengan arahan Kapolri yang menggaungkan Polri Bersama Masyarakat.
"Polisi tidak boleh arogan," tegas Tedy.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar