Daerah

Kebakaran di Gunung Ciremai Belum Padam, Meluas dari Kuningan ke Majalengka

  • Bella
  • Jumat, 23 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 35x baca
Kebakaran di Gunung Ciremai Belum Padam, Meluas dari Kuningan ke Majalengka

KUNINGAN, JABAR (23/10)  -  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) belum juga padam hingga Jumat pagi (23/10/2026) dan terus meluas.Api pertama kali terdeteksi Rabu (21/10/2026) pukul 20.44 WIB di Grid 15M Resor Pasawahan, perbatasan Desa Seda, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Titik api berada di koordinat -6.847357, 108.432047.Awalnya luas yang terbakar diperkirakan hanya 1,5 hektare lahan bambu, namun hingga Kamis malam (22/10/2026) api sudah merambat hingga 60 hektare dan meluas ke wilayah Kabupaten Majalengka.

"Benar, kebakaran terjadi tidak hanya di wilayah Kuningan, tetapi juga di Majalengka, dan saat ini sedang dalam proses pemadaman oleh tim gabungan," ujar Kepala BPBD Kuningan Indra Bayu.

Sebanyak 65 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning dikerahkan bersama tim gabungan Brigdalkarhutla TNGC, Manggala Agni Kemenhut, BPBD Jabar, TNI-Polri, dan warga.Pemadaman terkendala berat. Humas MPA Silihwangi, Asep, mengatakan api masih besar menuju arah Barat ke zona rimba.

"Sekarang api belum tertangani masih besar menuju sebelah Barat ke area atas, di situ kan ada zona rimba. Akses ke lokasi juga terjal, karena itu kan jalan setapak, nggak bisa dilewati kendaraan. Tidak ada embung, akses mata air juga jauh," ungkap Asep.

Selain itu angin kencang dan vegetasi kering akibat kemarau membuat api cepat merambat.Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak langsung ke lokasi untuk memimpin pemadaman. Ia bahkan menyiapkan insentif Rp250.000 per orang per hari bagi warga yang ikut memadamkan, plus bonus jika api cepat padam.

"Saat ini saya sedang di jalanan menuju Gunung Ciremai. Mohon doanya agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi," kata Dedi di Instagram-nya, Kamis (22/10/2026).

Pemkab Kuningan juga tengah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk mendatangkan helikopter water bombing, karena pemadaman lewat jalur darat sangat berbahaya di lereng curam dan berbatu.TNGC mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan dan segera melapor jika melihat titik api. Seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai untuk sementara ditutup. 

(Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar