Daerah

Dampak Karhutla Kalbar: Orangutan Ditemukan dengan Luka Bakar, Dehidrasi, hingga Mati di Parit Sawit

  • Bella
  • Sabtu, 24 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 31x baca
Dampak Karhutla Kalbar: Orangutan Ditemukan dengan Luka Bakar, Dehidrasi, hingga Mati di Parit Sawit

KETAPANG, KALBAR - Dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya menyisakan lahan hangus, tetapi juga tragedi bagi satwa dilindungi. Sebanyak 51 orangutan dilaporkan dievakuasi dari kawasan terdampak karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara sejak 6 Agustus hingga 10 Oktober 2026.Dari total tersebut, 30 ekor ditemukan di dalam dan sekitar area perkebunan kelapa sawit PT KALE, di mana lebih dari 90 persen kawasan konservasi bernilai tinggi (HCV) dilaporkan telah terbakar berdasarkan analisis citra satelit.Kondisi satwa yang ditemukan sangat memprihatinkan.

Ada yang ditemukan hangus dengan luka bakar, ada yang sangat kurus, dehidrasi, hingga luka terbuka.Salah satu kisah pilu adalah induk orangutan bernama Mama Penja yang ditemukan pada September 2026 bersama anaknya, Penja. Keduanya ditemukan dengan tangan dan kaki terbakar, lemas, kurang gizi, dan dehidrasi parah di dekat hutan yang sudah hangus.Sementara itu, orangutan remaja betina bernama Lusi ditemukan bertahan di satu-satunya pohon yang masih berdiri di tengah hutan yang telah menjadi arang. "Orangutan Lusi terlihat sangat stres dan sangat kurus. Mungkin sudah berapa hari tidak dapat makanan apa pun di hutan yang sudah hancur ini," ujar CEO YIARI, Karmele Llano Sanchez.Yang paling tragis adalah orangutan jantan dewasa bernama Sempurna. Ia ditemukan warga dalam kondisi pingsan di parit kering di Desa Kuala Satong, Matan Hilir Utara, pada 30 Agustus 2026. Tim BKSDA Kalbar dan YIARI langsung mengevakuasi dan memberikan terapi oksigen serta CPR, namun Sempurna dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB hari itu juga.

Hasil nekropsi pada 1 September menunjukkan paru-paru Sempurna mengalami kongesti dan atelektasis parsial akibat paparan asap pekat yang menyebabkan hipoksia akut atau kekurangan oksigen, yang kemudian memicu gagal jantung.Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengimbau masyarakat tidak menangani sendiri orangutan yang terluka. "Segera laporkan ke Call Center BKSDA Kalbar 08115776767. Jangan ditangani sendiri," tegasnya.Delapan dari 51 orangutan yang sehat telah ditranslokasi ke Hutan Lindung Batu Nyambu.

(Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar