CILEGON (24/10) - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry terbakar hebat di perairan Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak, Kelurahan Mekarsari, Pulomerak, Cilegon, Banten, Selasa sore (20/10/2026) sekitar pukul 16.15 WIB.
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung pukul 14.52 WIB menuju Merak itu terbakar saat hanya berjarak 700 meter dari Dermaga VI Eksekutif Merak. Api diduga berasal dari dek atas tempat kendaraan kecil dan dengan cepat membesar, disusul kepulan asap hitam tebal dan beberapa kali ledakan.Berdasarkan manifes resmi Polda Banten, kapal mengangkut 420 penumpang (393 di dalam kendaraan dan 27 pejalan kaki), 89 unit kendaraan, serta 40 awak kapal. Beruntung, seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
"Di perairan laut Selat Sunda, tepatnya di belakang Pulau Kecil Merak telah terjadi kebakaran kapal penumpang KMP Batumandi," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea.
Proses evakuasi dibantu oleh KMP Royce 1 yang melintas dan kapal nelayan sekitar. Penumpang dipindahkan ke Dermaga 6 Eksekutif. Sebanyak 11 orang dirujuk ke RS Krakatau Medika dan 5 orang ke Puskesmas Pulomerak karena sesak akibat asap dan luka ringan saat evakuasi.Tragisnya, kapal tidak bisa diselamatkan. Setelah proses pemadaman dan pendinginan, KMP Batumandi miring ke kiri sekitar pukul 20.54 WIB dan akhirnya terbalik serta tenggelam pada Rabu (21/10) pukul 22.00 WIB di alur masuk Pelabuhan Merak.
ASDP Janji Ganti Rugi
PT ASDP melalui akun resmi @asdp191 pada Kamis (22/10) memastikan akan mengganti seluruh kendaraan dan barang penumpang yang terdampak.
"Seluruh barang maupun kendaraan milik pengguna jasa yang terdampak dalam insiden KMP Batumandi ini akan diberikan penggantian," tulis ASDP. Penumpang diminta mengisi klaim via link resmi ASDP atau hubungi Contact Center 191.
Kapolda Banten Irjen Hendra Kurniawan dan Wakapolda turun langsung ke lokasi. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki KNKT dan kepolisian. Sementara itu, National Maritime Institute (Namarin) mendesak ASDP segera mengangkat bangkai kapal untuk menjaga keselamatan jalur tersibuk di Indonesia tersebut.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar