Daerah

Air Disiram ke Tanah Gambut Malah Mendidih, Bara Api Masih Membara di Bawah

  • Bella
  • Senin, 26 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 32x baca
Air Disiram ke Tanah Gambut Malah Mendidih, Bara Api Masih Membara di Bawah

PALANGKA RAYA (26/10) - Perjuangan petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Kalimantan benar-benar di luar nalar. Air yang disemprotkan ke tanah bukan padam, malah mendidih dan mengeluarkan asap tebal dari dalam tanah.Fenomena mengerikan ini terekam dalam video viral pemadaman karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Sabtu (24/10/2026). Dalam video tersebut, saat petugas menyiramkan air ke permukaan tanah yang terlihat sudah padam, air itu justru bergelembung seperti mendidih dan kepulan uap panas keluar dari lubang-lubang kecil di tanah.

BNPB menjelaskan ini disebut Ground Fire atau Api Bawah Permukaan.

"Fenomena lubang api bawah tanah pada kebakaran lahan gambut merupakan bentuk ground fire. Lahan gambut tersusun atas material organik tebal yang kaya gas metana," ujar Plt Kepala Pusat Data BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan.Saat permukaan terbakar habis, bara api ternyata terus merayap di bawah tanah sedalam 2-3 meter. Begitu lapisan organik di dalam habis terbakar, tanah di atasnya ambles dan membentuk rongga yang mengeluarkan asap dan pijar merah membara.

Inilah yang membuat pemadaman karhutla gambut hampir mustahil hanya dengan siram biasa.Petugas seperti Zaskia Adya Mecca yang ikut terjun langsung menceritakan, untuk memadamkan 1 titik saja, selang tidak boleh digoyang dan harus disiram selama minimal 2 menit di titik yang sama. Tekniknya disebut Water Injection - menyuntikkan air dengan pipa bertekanan tinggi menembus kedalaman gambut.

"Di atas padam, di bawah masih bara. Begitu angin datang, muncul lagi," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori. Padahal 5 helikopter water bombing sudah dikerahkan dengan 120 kali pengeboman, tiap bawa 800 liter air, tapi langsung menguap sebelum menyentuh bara.

Data BNPB per 21 Oktober mencatat 1.481 hektare lahan hangus, Kalteng paling parah 321 hektare. Di Sumsel saja sudah 1.900 hektare.Petugas harus memanggul selang berat menembus lahan yang masih berasap hingga pukul 02.30 dini hari. Satu titik terlihat aman, tapi begitu ditusuk pipa, asap tebal kembali menyembur keluar."Tanahnya sendiri yang jadi bahan bakar," ujar BNPB.Fenomena ini juga yang membuat karhutla sulit terdeteksi satelit hotspot, karena apinya sembunyi di bawah tanah.

(Bll)

 

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar