Jakarta,Radar Garuda (18/10)-Seorang tokoh HMI, Bang Syukur Mandar, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi internal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat ini. Dalam sebuah forum diskusi yang videonya beredar di TikTok @syukurmandar, ia menegaskan perbedaan mendasar antara ruang demokrasi dan ruang pengkaderan.
Menurutnya, di ruang pengkaderan HMI berlaku strata pendidikan formal ke-HMI-an yang menentukan posisi seseorang. Ia merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI, di mana syarat menjadi pengurus cabang adalah telah mengikuti Latihan Kader (LK) 1 atau LK 2, sedangkan untuk menjadi pengurus Pengurus Besar (PB) HMI harus LK 2 dan LK 3.
Namun, Syukur Mandar menyayangkan banyak pelatihan kepemimpinan dan jenjang pengkaderan formal yang kini sudah jarang dilaksanakan oleh PB HMI. Ia menilai PB HMI saat ini lebih banyak menggelar diskusi-diskusi politik yang bertujuan untuk mensponsori atraksi akrobasi para elit.
Ia bahkan melontarkan tuduhan serius bahwa semua sudah menjadi agen para oligarki. Tuduhan tersebut, katanya, tidak pernah dijawab oleh PB HMI. Ia juga menyebut ada alumni-alumni yang memiliki jabatan strategis di republik ini yang ikut mensponsori kerusakan tersebut.
"Andai etika tidak membatasi saya, saya teriak telanjang itu. Jadi kerusakan ini sistemik," tegasnya.
(veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar