Kesehatan

Bisakah Pohon Mengurangi Polusi Udara Jakarta? Ini Penjelasan Pakar

  • Vita
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 13x baca
Bisakah Pohon Mengurangi Polusi Udara Jakarta? Ini Penjelasan Pakar

Jakarta,Radar Garuda (29/10)-Bisakah pohon mengurangi polusi udara Jakarta? Pertanyaan ini kembali mencuat di tengah kondisi udara Jakarta yang kerap masuk kategori tidak sehat.Pakar menjelaskan, pohon memang memiliki kemampuan untuk mengurangi polutan.

Menurut ilmuwan senior USDA Forest Service, David Nowak, pohon menghapus polutan dengan dua cara: intersepsi partikel pada permukaan daun dan batang, serta menyerap polutan gas melalui stomata daun.

Cara kerjanya, partikel halus seperti PM2.5 dan PM10 akan menempel di permukaan daun, kemudian tercuci oleh air hujan. Sementara polutan berbentuk gas seperti ozon, sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2) akan berdifusi ke ruang antar sel daun dan bereaksi di dalamnya.Namun, efektivitasnya terbatas. Menurut pendiri aplikasi Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski, pohon bisa menyerap gas, tetapi bukan penyaring utama untuk partikel PM2.5 yang paling berbahaya bagi paru-paru.

Penelitian di jurnal Science menyebut pohon daun lebar seperti maple dan poplar bisa menyerap hingga 40 persen senyawa organik mudah menguap (VOC) dari knalpot dan pembakaran batu bara.Saat ini luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta baru 9 persen, jauh dari ideal.

Pemprov DKI menyebut telah menanam lebih dari 6 juta pohon melalui program Jumat Menanam dan Rabu Memangkas. Beberapa pohon seperti Trembesi dinilai paling efektif, mampu menyerap 28,5 ton CO2 per pohon per tahun.Kesimpulannya, pohon membantu sebagai paru-paru dan hati kota, menurunkan suhu, dan menyuplai oksigen, tetapi bukan solusi tunggal. Pengurangan polusi tetap butuh pengurangan sumber emisi, transportasi umum, dan modifikasi cuaca.

(veve)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar