Jakarta,Radar Garuda (29/10)-Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi ini memprioritaskan peningkatan disiplin berlalu lintas dan pencegahan kecelakaan, terutama di titik rawan kecelakaan (black spot) dan lokasi rawan pelanggaran (trouble spot).Salah satu pelanggaran yang menjadi fokus utama adalah melawan arus, karena dinilai sangat berisiko memicu tabrakan fatal dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol.
Aries Syahbudin menegaskan kehadiran personel di lapangan harus memberi manfaat nyata. Penempatan petugas di lokasi berisiko menjadi upaya mencegah kecelakaan sekaligus meningkatkan kepatuhan."Kami turun ke titik-titik rawan karena di sanalah nyawa paling dipertaruhkan. Polantas harus hadir dan memberi arti, yaitu memastikan setiap pengguna jalan pulang dengan selamat," ujar Aries.Menurut Korlantas, perilaku melawan arus masih sering dilakukan pengendara untuk mempersingkat perjalanan, menghindari putaran balik, atau mengejar waktu. Padahal risikonya sangat tinggi."Selisih beberapa menit tidak sebanding dengan risiko kehilangan nyawa.
Yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan pelanggar sendiri, tetapi juga pengendara lain, pejalan kaki, dan keluarga yang menunggu di rumah," tegasnya.Dalam operasi ini, penegakan hukum mengedepankan tilang elektronik atau ETLE, disertai edukasi, teguran simpatik, dan sosialisasi keselamatan. Keberhasilan operasi tidak diukur dari banyaknya tilang, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat yang semakin tertib.
(Veve)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar