CIANJUR, RadarGaruda (30/10) - Warga Kampung Pasirmenteng, Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan seekor hewan yang diduga anak macan tutul dalam kondisi sekarat di tepi jalan, Senin (27/10/2026).Hewan dengan corak totol hitam khas kucing besar itu ditemukan dalam keadaan lemas, basah, dan tidak berdaya. Video evakuasinya yang menggunakan kain viral di media sosial.Menurut saksi, Dian Purnama, temannya yang pertama kali menemukan hewan tersebut tergeletak di pinggir jalan."Kondisinya sudah sangat lemah, sekarat. Saya langsung cari bantuan warga untuk menyelamatkan," ujar Dian, Senin.
Warga sempat memberikan pertolongan dengan memberi air minum, berharap kondisinya membaik. Namun upaya tersebut tidak berhasil.
"Coba diberi minum supaya membaik. Tapi ternyata masih lemas," kata Dian.Sekitar satu jam setelah dievakuasi dari lokasi, hewan tersebut mati.
Sekitar satu jam setelah dievakuasi dari lokasi, hewan tersebut mati. "Kondisi saat ditemukan sudah sekarat. Satu jam setelah dievakuasi, ternyata mati," tambahnya.Warga kemudian menguburkan bangkai satwa tersebut, namun makam rencananya akan dibongkar kembali untuk pemeriksaan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.
"Katanya dari BKSDA mau ke sini, memeriksa apakah memang macan tutul atau jenis hewan lain," ujar Dian.Warga lain, Iwenk, menduga hewan itu adalah macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang merupakan satwa dilindungi dan statusnya kritis. Ia menyebut kawasan Cibinong - Tanggeung masih dikelilingi hutan dan pegunungan yang menjadi habitat satwa liar."Beberapa tahun lalu pernah ada laporan macan tutul dewasa terlihat di Tanggeung," kata Iwenk.Diduga, anak macan tutul ini terpisah dari induknya, tersesat hingga ke permukiman, dan mati kelaparan serta kelelahan.BKSDA Jawa Barat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi soal jenis satwa dan penyebab kematian. Jika terbukti macan tutul Jawa, kematian ini menjadi alarm keras soal penyempitan habitat satwa langka akibat deforestasi dan perburuan.
(Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar