PALEMBANG, SUMSEL (12/10) - Palembang kembali mencatatkan diri sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia hari ini, Minggu (12/10/2026).Berdasarkan data pemantauan real-time IQAir per pukul 05.00 - 12.00 WIB, Palembang bertahan di peringkat 1 nasional dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) US 379 - kategori BERBAHAYA (Hazardous).Angka ini jauh melampaui kota kedua, Pontianak dengan AQI 285, dan Pekanbaru dengan AQI 175.Lebih mengkhawatirkan, konsentrasi polutan utama PM2.5 di Palembang saat ini tercatat 52,9 kali lipat di atas nilai panduan tahunan WHO.
Rincian Titik Terparah:
Beberapa stasiun pemantau di dalam kota menunjukkan angka yang lebih ekstrem:
1. Musi 2 Palembang: AQI 714 (Sangat Berbahaya)
2. Sukarami: AQI 384 (Berbahaya)
3. GP_PLM: AQI 374 (Berbahaya)
4. Demang: AQI 356 (Berbahaya)
Penyebab:
Kabut asap tebal diduga kuat akibat kombinasi:
. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ogan Ilir, Banyuasin, dan OKI yang masih belum padam total
. Musim kemarau yang memperparah penyebaran asap
. Angin yang lemah sehingga polutan terperangkap di atas kota
BMKG Sumsel mengimbau warga untuk:
. Mengurangi aktivitas di luar ruangan
. Wajib memakai masker N95 jika harus keluar
. Menutup rapat pintu dan jendela
. Mengaktifkan air purifier di dalam rumah
. Kelompok rentan (anak-anak, ibu hamil, lansia, penderita asma) tidak keluar rumah sama sekali
Pemerintah Provinsi Sumsel melalui BPBD masih terus melakukan upaya water bombing di titik-titik karhutla, namun kondisi udara Palembang diprediksi masih akan berada di kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat dalam 3 hari ke depan. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar