Nasional

Bandara Arab Kembali Diserang, 1 Tewas 11 Luka

  • Bella
  • Senin, 12 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 41x baca
Bandara Arab Kembali Diserang, 1 Tewas 11 Luka

RIYADH, ARAB SAUDI (12/10) - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10/2026). Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengonfirmasi satu orang tewas dan 11 orang luka-luka.

Korban tewas diidentifikasi sebagai warga negara Pakistan. Serangan menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran di ruang penumpang. Ini adalah serangan kedua dalam dua hari berturut-turut di bandara yang sama.Sehari sebelumnya, Sabtu (10/10/2026), serangan rudal menghantam kompleks Terminal 3 dan 4 menewaskan 12 orang yang kemudian bertambah menjadi 13 orang tewas dan lebih dari 308 orang luka-luka. Korban terdiri dari 4 warga Saudi, 2 Bangladesh, dan masing-masing satu dari AS, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, Mesir, dan India.

Pelaku Serangan:

Kelompok Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan mereka melancarkan empat serangan dalam 24 jam menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Targetnya termasuk Bandara King Khalid Riyadh, Bandara King Fahd di Dammam, kilang gas dan kilang minyak Aramco. Houthi menyebut bandara dan wilayah udara Arab Saudi adalah "target sah" kecuali Mekkah dan Madinah, dan memperingatkan maskapai penerbangan untuk tidak menggunakan bandara Saudi.Koalisi pimpinan Arab Saudi menyebut berhasil mencegat rudal jelajah di dekat Bandara King Khalid dan menghancurkan drone di Provinsi Timur. Namun proyektil yang lolos tetap menimbulkan kerusakan material.

Dampak:

. Ratusan penerbangan dibatalkan. Maskapai Air India, Lufthansa, dan Pakistan International Airlines menangguhkan penerbangan ke Riyadh.

. Sekolah-sekolah di Riyadh dialihkan ke pembelajaran jarak jauh.

. PBB mengecam keras serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

Serangan ini terjadi di tengah memanasnya kembali perang Yaman sejak gencatan senjata 2022 runtuh, serta meningkatnya konflik di Selat Bab el-Mandeb (Bll)

 

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar