SELAT HORMUZ (16/10) - Sebuah kapal kontainer raksasa berbendera Singapura, GFS Pride, dilaporkan terbakar hebat dan akhirnya tenggelam di dekat Selat Hormuz pada Selasa-Rabu (13-14 Oktober 2026). Foto yang beredar menunjukkan kapal miring dengan asap hitam pekat, sementara tugboat berusaha melakukan penyelamatan.Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengkonfirmasi insiden tersebut. Kapal mengalami kerusakan dan kebakaran setelah terkena "proyektil yang tidak diketahui" dan menurut klaim Garda Revolusi Iran (IRGC), kapal tersebut menabrak ranjau laut saat melintasi jalur yang dianggap tidak sah.
"Ribuan ponsel termasuk iPhone, parfum mewah, dan barang komersial lainnya terlihat mengapung di permukaan Selat Hormuz setelah kapal meledak dan tenggelam," tulis Tribun-Video dalam laporannya.
Kapal itu sendiri tenggelam setelah terbakar hebat akibat terkena proyektil tak dikenal, atau menurut klaim Garda Revolusi Iran (IRGC) karena menabrak ranjau laut di jalur yang dianggap ilegal. Seluruh 21 awak kapal berhasil dievakuasi selamat tanpa korban luka.
Namun nasib muatannya tidak selamat. Ratusan kontainer pecah, hanyut, dan kini menjadi bahaya baru bagi pelayaran. Otoritas maritim Pakistan dan Oman sudah mengeluarkan peringatan navigasi agar kapal-kapal berhati-hati terhadap kontainer dan puing yang masih mengapung.Otoritas Maritim Singapura (MPA) belum merilis daftar resmi muatan, namun video panen iPhone di tengah laut ini terus menyebar dan belum bisa diverifikasi secara independen. Jika benar, kerugian diperkirakan mencapai jutaan dolar AS. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar