JAKARTA (17/10) - Warga DKI Jakarta diminta waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan sudah mencapai atmosfer Ibu Kota.Temuan ini terlihat di citra satelit pada Jumat 16 Oktober 2026. Dari 31 wilayah yang terdeteksi berasap, DKI Jakarta termasuk di dalamnya.
Belum di permukaan, tapi bisa turun:
BMKG menegaskan, untuk saat ini asap masih ada di lapisan atmosfer atas, belum turun ke permukaan tanah yang kita hirup.
"Secara area sudah sampai ke Jakarta, tetapi secara vertikal belum mencapai permukaan," ujar Ketua Tim Satelit BMKG, Alpon Sepriando.
Tapi hati-hati, kalau kecepatan angin melemah, asap tipis itu bisa turun dan mencemari udara Jakarta. Angin dari timur-tenggara yang membawa asap dari Kalimantan ke Jawa jadi pemicunya.
Asal asap dari mana?
Bukan cuma dari Kalimantan, tapi juga Sumatera. Hingga 14 Oktober, tercatat 1.297 titik panas di Indonesia, terbanyak di Sumatera (505 titik) dan Kalimantan (346 titik). Di Kalimantan Tengah, kabut asap bahkan sudah menyebabkan lebih dari 10 ribu kasus ISPA.
Apa yang harus dilakukan warga Jakarta sekarang?
1. Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengimbau:
2. Cek AQI / PM2.5 setiap hari lewat aplikasi Nafas, IQAir, atau situs BMKG.
3. Pakai masker N95 / KN95 / KF94 kalau harus keluar, jangan masker kain biasa.
4. Tutup ventilasi luar AC, pakai mode sirkulasi dalam ruangan.
5. Kurangi olahraga outdoor, pindah nge-gym di dalam ruangan dulu.
"Kalau kelihatan udaranya jelek, ya paling tidak kalau aktivitas di luar rumah menggunakan masker," kata Guswanto.
Pemprov DKI Jakarta juga sudah menyiagakan fasilitas kesehatan untuk antisipasi lonjakan ISPA.
Intinya: Langit Jakarta mungkin terlihat cerah, tapi di atasnya sudah ada lapisan asap karhutla. Tetap waspada, terutama untuk anak-anak, lansia, dan yang punya asma. (Bll)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar