Hukum & Kriminal

Duka di Rungkut: Zulkarnain, Bocah Down Syndrome Tewas dengan Tali Sepatu Melilit Leher

  • Bella
  • Minggu, 18 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 35x baca
Duka di Rungkut: Zulkarnain, Bocah Down Syndrome Tewas dengan Tali Sepatu Melilit Leher

SURABAYA (18/10) - Duka mendalam menyelimuti keluarga Selaras Abdul Wahid dan Nurul Fadilah, warga Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya. Anak bungsu mereka, Zulkarnain Abdil Aziz (10), penyandang Down Syndrome, meninggal dunia dengan cara tragis diduga menjadi korban perundungan. Peristiwa memilukan itu terjadi pada 12 September 2026. Saat sang ibu baru pulang dari pasar, Zulkarnain ditemukan sudah tidak bernyawa di teras rumah dengan wajah membiru dan tali sepatu melilit di bagian lehernya.Keluarga mengungkap, sebelum kejadian, korban diduga dicekoki cairan sabun pencuci piring oleh teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya. Dugaan itu diperkuat dengan hasil autopsi dari RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Anak saya anak yang baik, tidak pernah macam-macam. Kenapa harus diperlakukan seperti ini," ujar pihak keluarga dengan isak tangis.

Polrestabes Surabaya yang menangani kasus ini telah memeriksa sejumlah anak di bawah umur yang diduga terlibat. Dua anak berusia 10 tahun sempat ditetapkan sebagai tersangka. Namun karena usianya masih di bawah umur, keduanya dikembalikan kepada orang tua dengan pengawasan ketat.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APPKB) menyatakan telah memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban dan juga pembinaan kepada anak-anak yang terlibat.

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menegaskan, "Karena masih anak-anak jadi masih dikembalikan dalam pengawasan orang tua, akan tetapi kami sudah melakukan pendampingan baik keluarga korban dan anak-anak pelaku."

Kasus ini memicu kemarahan publik di media sosial. Tagar #JusticeForZulkarnain dan #StopBullyingABK ramai disuarakan warganet yang menuntut keadilan dan perlindungan lebih serius bagi anak berkebutuhan khusus.Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan memastikan kronologi lengkap kejadian. (Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar