Nasional

Pastor Tewas Tertimpa Salib Raksasa Saat Pimpin Misa Live di Ekuador

  • Bella
  • Senin, 19 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 44x baca
Pastor Tewas Tertimpa Salib Raksasa Saat Pimpin Misa Live di Ekuador

GUAYAQUIL EKUADOR (19/10) - Sebuah insiden tragis yang terekam siaran langsung menggegerkan umat Katolik dunia. Seorang pastor Katolik, Patricio Alfredo Sánchez Molinari (53), meninggal dunia setelah tertimpa salib kayu berukuran besar saat memimpin misa di Gereja Nuestra Señora del Perpetuo Socorro, Guayaquil, Ekuador, Sabtu (17/10/2026).

Peristiwa terjadi sekitar 30 menit setelah misa dimulai, tepatnya di menit ke-27 siaran langsung. Saat itu Pastor Patricio sedang berdiri di altar menghadap jemaat, bersiap memasuki bagian Komuni.Tanpa peringatan, salib kayu raksasa yang terpasang di dinding belakang altar tiba-tiba terlepas dan roboh ke depan, menghantam kepala dan tubuh sang pastor hingga terjepit di mimbar.

Suasana khidmat seketika berubah menjadi kepanikan. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terdengar jeritan jemaat histeris.

"Pastor, Pastor... panggil ambulans!" teriak seorang jemaat perempuan, sementara siaran live masih terus berjalan.

Jemaat yang hadir langsung berlari menghampiri untuk memberikan pertolongan. Tim medis yang datang kemudian hanya bisa menyatakan Pastor Patricio telah meninggal dunia.Yang membuat kejadian ini semakin memilukan, beberapa menit sebelum tertimpa salib, Pastor Patricio baru saja menyampaikan khotbah tentang kematian.

"Suatu hari, kita semua yang berada di sini akan meninggal dunia," demikian pesan yang disampaikannya, mengajak jemaat merenungkan tentang waktu dan kehidupan.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh Keuskupan Agung Guayaquil. Pastor Patricio diketahui merupakan anggota Kongregasi Sang Penebus Mahakudus (Redemptoris / CSsR) dan bertugas sebagai pastor paroki di Vikariat Centro.

''Dengan penuh duka, Pastor kita tercinta, Patricio Alfredo Sánchez Molinari, telah berpulang ke Rumah Bapa untuk menikmati kehadiran dan kemuliaan-Nya," tulis Keuskupan dalam pernyataan resminya.

Tragedi ini terjadi hanya sehari setelah Keuskupan merayakan hari ulang tahun tahbisan imamatnya.Hingga kini penyebab pasti terlepasnya salib raksasa tersebut masih diselidiki. 

(Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar