TIMIKA (24/10) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada 136 prajurit TNI yang bertugas di wilayah Papua. Upacara penganugerahan digelar di Aula Mako Yonif 754/ENK, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (22/10/2026).Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan rangkaian Operasi Badai Kasuari melalui sinergi antara Satgas Rajawali V, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, dan Satgas Elang VI.
"Pengabdian seorang prajurit tidak hanya diukur dari keberhasilan dalam melaksanakan tugas, tetapi juga dari ketulusan hati dalam menjaga amanah bangsa dan negara," ujar Panglima TNI Agus Subiyanto.
Keberhasilan yang dimaksud adalah dilumpuhkannya tokoh-tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Soraya di wilayah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. Dalam operasi penyergapan di Distrik Aifat Selatan pada 3 Oktober 2026, dua anggota kelompok bersenjata OPM tewas dan TNI berhasil mengamankan 1 pucuk senjata api revolver, 10 butir amunisi, handy talky (HT), dan bendera Bintang Kejora.Selain itu, pada operasi 16-17 Oktober 2026, prajurit TNI juga menemukan senjata laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 mm yang diduga direbut OPM dari TNI sebelumnya.
Dari total 136 penerima, rincian terbesar adalah 49 prajurit dari Satgas Yonif 9 Marinir dan 38 prajurit dari Yonif 411/Pandawa/6/2 Kostrad yang tergabung dalam Satgas Rajawali V. Sisanya berasal dari Satgas Mandala VI / Intelijen, Kopasgat TNI AU, dan Binter Korem 172/PWY.Dansatgas Rajawali V Kolonel Inf Fajar Akhirudin menyebut keberhasilan ini menjadi kado terbaik menjelang HUT ke-65 Brigif 6/Tri Shakti Balajaya pada 25 Oktober 2026. Panglima Koops Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan operasi tetap mengedepankan kehati-hatian dan nilai kemanusiaan, serta berhasil membuat sejumlah anggota OPM secara sukarela kembali ke pangkuan NKRI.
(BLL)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar