Geopolitik

Analis Singapura Nilai Kritik Politisi RI ke Malaysia-Singapura Hanya Pengalihan Isu dan Taktik Lama

  • Vita
  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 21x baca
Analis Singapura Nilai Kritik Politisi RI ke Malaysia-Singapura Hanya Pengalihan Isu dan Taktik Lama

Jakarta,Radar Garuda (27/10)-Pernyataan tajam sejumlah politisi Indonesia terhadap negara tetangga Malaysia dan Singapura di tengah polemik kabut asap lintas batas dinilai sebagai pengalihan isu dan manuver politik dalam negeri.Hal itu disampaikan para analis dari ISEAS-Yusof Ishak Institute Singapura pada Minggu (26/10/2026). Mereka menilai pernyataan tersebut mencerminkan frustrasi politik dalam negeri dan nasionalisme ekonomi, bukan perubahan sikap Indonesia terhadap negara tetangganya.

Peneliti tamu ISEAS Made Supriatma mengatakan, masyarakat Indonesia merasakan tekanan ekonomi meski belum ada krisis besar. "Memperkeras retorika dengan menyalahkan negara tetangga menjadi cara mudah bagi politisi untuk menghindari tanggung jawab mereka sendiri," ujarnya.Peneliti utama ISEAS Julia Lau menyebut taktik ini bukan hal baru.

Ia menyebutnya sebagai "taktik lama" politisi Indonesia untuk membangkitkan sentimen nasionalisme ketika menghadapi kesulitan dalam negeri.Analis mencatat Singapura dan Malaysia telah menghindari kritikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, meski sejumlah politisi Indonesia termasuk menteri melontarkan pernyataan tajam.

Polemik sebelumnya dipicu pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan yang menyebut, "Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita," yang kemudian menuai kritik keras dari politisi Malaysia Andrew Chen Kah Eng.

(veve)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar