Kesehatan

Balita di Bulukumba Meninggal Usai 10 Hari Tak Dapat Asupan, Diduga Ensefalopati dan Gizi Buruk

  • Bella
  • Sabtu, 31 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 6x baca
Balita di Bulukumba Meninggal Usai 10 Hari Tak Dapat Asupan, Diduga Ensefalopati dan Gizi Buruk

BULUKUMBA, RadarGaruda (31/10) - Kabar duka datang dari Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Seorang balita bernama Nakla Syafira (1) meninggal dunia pada Kamis (29/10/2026) pukul 03.00 WITA setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di ruang ICU RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja.Kabar meninggalnya Nakla dibenarkan Ketua RW Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Rahmi Amrahi.

"Iya, meninggal tadi subuh jam 03.00 WITA. Sembilan hari sama hari ini di ICU di RS Umum Bulukumba," ujar Rahmi.Nakla sebelumnya viral di media sosial karena dilaporkan tidak mendapatkan asupan makanan dan susu selama 10 hari.Namun, fakta di lapangan berbeda. Menurut Rahmi dan Dinas Kominfo Bulukumba, keluarga memiliki persediaan makanan dan bahkan baru mendapat bantuan beras dari Bulog. Nakla tidak bisa makan karena sakit.

"Bukan dia tidak ada (makanan), tapi sakit. Ada berasnya, ada perlengkapannya. Karena dalam kondisi sakit ini anak tidak bisa makan, tidak bisa minum susu, demam, kejang di rumah," jelas Rahmi.Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) mengungkapkan, Nakla awalnya mengalami radang tenggorokan hingga kesulitan menelan. Keluarga baru mencari bantuan setelah kondisi parah."Sebelum masuk rumah sakit dia sakit radang tenggorokan dan makanan susu tidak bisa masuk dan setelah parah, baru keluarganya inisiatif cari bantuan untuk dirujuk ke rumah sakit," kata Andi Utta.

Hasil pemeriksaan medis di RSUD mengungkap kondisi Nakla sangat memprihatinkan. Dokter mendiagnosis:

. Stunting dan Gizi Buruk: Berat badan setara bayi 6 bulan, tinggi setara 11 bulan, berat ideal 8,6 kg.

. Ensefalopati (gangguan fungsi otak), respiratory distress, kejang berkepanjangan

. Dugaan meningitis bakteri, gastroenteritis akut, muntah darah, anemia kronis, dan craniosynostosis

Bupati juga menyoroti keterlambatan penanganan akibat faktor ekonomi dan akses informasi. Selama dirawat, biaya Nakla ditanggung Baznas Bulukumba dan BPJS yang diaktifkan oleh Ketua RW.Ibunda Nakla sendiri, Nurul, telah meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan. Nakla selama ini diasuh oleh neneknya.Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Aktivis di Bulukumba mendesak Pemkab melakukan pendataan ulang keluarga rentan dan audit bantuan stunting, agar tidak ada lagi kasus balita terlambat mendapat penanganan medis.

(Bll)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar